Workshop Implementasi Aplikasi ExSIS untuk Pengusaha Vape di Bogor

Bogor, 20 November 2019 – Di era digital seperti sekarang ini, setiap orang tentunya menginginkan semuanya serba cepat dan mudah. Seiring dengan kemajuan teknologi informasi, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai konsisten berinovasi menyediakan jenis-jenis layanan kepabeanan dan cukai sesuai dengan core bussinessnya.

Salah satunya, dalam pelayanan cukai Hasil Pengolahan Tembakau Lainnya (HPTL) melalui aplikasi Excise Services And Information System yang lebih dikenal dengan nama ExSIS. Aplikasi yang merupakan pengembangan dari Sistem Aplikasi Cukai 1 dan 2 ini, menampilkan tampilan yang lebih modern dan terus berkembang seiring dengan kebutuhan stakeholder.  

Untuk lebih mengenalkan aplikasi ini kepada para pengguna jasa, Bea Cukai Bogor mengundang sejumlah pengusaha Vape Liquid (Rokok Elektrik) yang berada di wilayah Bogor dan sekitarnya dalam acara Workshop Implementasi Aplikasi ExSIS.

Narasumber yang hadir antara lain Kepala Seksi (Kasi) Pelayanan Kepabeanan dan Cukai (PKC) VI, Sasmita, Kasi PKC VII, Ikhlas Mulyana, Kasi Pengolahan  Data Administrasi Dokumen (PDAD), Noval Hafni Kurniawan.

 

Fokus pertemuan ini adalah pembahasan tentang langkah-langkah yang harus dilakukan pengusaha HPTL dalam memulai kegiatan dalam hal ini melalui aplikasi online ExSIS – HPTL. Peserta diminta untuk mempraktikkan langkah tersebut melalui laptop masing-masing.

Para Pengusaha yang telah memiliki Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC) namun belum memiliki user di portal pengguna jasa, diwajibkan melakukan registrasi di https://customer.beacukai.go.id/ untuk mendapatkan Bukti Permohonan Akses Cukai Online. Setelah itu, Seksi PDAD memberikan persetujuan kepada pengusaha sehingga dapat segera menikmati layanan ExSIS.

FItur HPTL pada aplikasi ExSIS (online) yang diperuntukkan bagi perusahaan telah disesuaikan pada menu permohonan P3C, perekaman CK-1 Hasil Tembakau dan Perekaman CK-4C dan perekaman CK-5.

Lebih lanjut, Kepala seksi Perbendaharaan, Anwar, menegaskan ketentuan pelayanan Pita Cukai terkait pergantian tahun anggaran terutama terkait batas waktu pelayanan P3C dan pengajuan CK-1. Untuk pengusaha pabrik, perekaman P3C Awal dilakukan paling lambat 15 Desember 2019 dan perekaman P3C Tambahan yaitu paling lambat 26 Desember 2019. Sedangkan batas waktu pengajuan CK-1 adalah 31 Desember 2019, pencacahan pita cukai di KPPBC pada 30 Januari 2020, Pelekatan Pita Cukai desain tahun 2019 pada 1 Februari 2020 dan Pencacahan sisa Pita Cukai di Perusahaan memiliki batas waktu 1 Maret 2020.

“Berdasarkan pasal 22 PER-24/BC/2018, tentang Tata Cara Pelunasan Cukai,  bagi pengusaha pabrik atau importir yang telah mengajukan P3C HT atan MMEA tetapi tidak merealisasikannya dengan CK-1 atau CK-1A, maka akan dikenakan biaya pengganti untuk setiap Keping Pita Cukai sesuai serinya masing-masing” pungkas Anwar. Dari pertemuan ini, Bea Cukai Bogor membuat grup Whatsapp sebagai sarana untuk berkonsultasi terkait permasalahan yang nantinya dihadapi oleh para pengusaha. Diharapkan setelah melakukan pemaparan dan praktik langsung mengenai aplikasi ExSIS HPTL Online, pelayanan cukai menjadi lebih cepat dan lebih mudah.

Share this article.

Leave a Reply

Close Menu