TINGKATKAN PEMAHAMAN TERKAIT PITA CUKAI DAN BKC ILEGAL, PEMKAB BOGOR GANDENG BEA CUKAI BOGOR LAKUKAN SOSIALISASI

bcbogor.beacukai.go.id – Bogor – Dalam rangka merealisasikan Peraturan Menteri Keuangan No. 206/PMK.07/2020 tentang Penggunaan, Pemantauan dan Evaluasi DHBCHT, Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian menggandeng Bea Cukai Bogor untuk memberikan edukasi mengenai Ketentuan di Bidang Cukai kepada perangkat daerah di lingkungan Pemkab Bogor, dengan Sosialisasi yang bertajuk “Tingkatkan Pemahaman Terkait Pita Cukai dan BKC Ilegal”, bertempat di Mega Hotel & Resort, Jalan Raya Puncak KM.75 Cipayung, Kabupaten Bogor pada Selasa (08/06).

Agenda dimulai dengan sambutan yang disampaikan oleh Sekretaris Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bogor, Dr. Yadi Mulyadi, Ar, MM. Dalam sambutannya Yadi mengatakan “Kami sangat berterimakasih atas kesediaan Tim dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai khususnya dari Bea Cukai Bogor yang sudah berkenan menjadi narasumber sosialisasi hari ini, dengan materi yang sangat menarik dan tentunya sudah ditunggu-tunggu oleh para peserta yaitu terkait pita cukai dan barang kena cukai ilegal yang kami (pemerintah kabupaten Bogor) rasa penting karena materi ini diharapkan dapat menjadi pedoman dalam melaksanakan tugas dan tentunya bersinergi dengan DJBC.”

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi yang disampaikan oleh Wahyu Setyono Widyobroto beserta Tim PLI selaku narasumber, dan dikemas dengan menarik serta interaktif. Ada 3 point yang disampaikan narasumber, yaitu pengertian dasar tentang cukai dan Barang Kena Cukai (BKC), Cara Identifikasi Pita Cukai dan ciri-ciri BKC Ilegal.
“Pita cukai memiliki karakteristik yang khusus, baik dari jenis kertas yang dicetak oleh PERURI dan desain yang setiap tahunnya akan diperbaharui hal ini dilakukan sebagai bentuk pencegahan penyalahgunaan ataupun pemalsuan pita cukai yang dapat menyebabkan rokok ilegal beredar di lapangan, ciri-ciri rokok illegal dapat di kategorikan menjadi 5 jenis yaitu rokok polos atau tidak dilekati pita cukai, rokok dengan pita cukai palsu, rokok yang dilekati pita cukai bekas, rokok berpita cukai namun salah personalisasinya serta rokok berpita cukai namun salah peruntukan.” Jelas Wahyu.

Di tengah pemaparan materi, diadakan sebuah game untuk menguji pemahaman para audience. Game ini berkaitan dengan pengidentifikasian rokok yang tergolong legal dan illegal. Permainan berlangsung dengan sangat seru karena para tamu undangan antusias dalam mengungkapkan pendapat dan pandangan mereka masing-masing.

Rangkaian kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan dengan harapan meningkatkan pemahaman terkait Pita Cukai dan BKC Ilegal, selain itu kegiatan sosialisasi ini penting dilakukan untuk melihat kondisi actual di lapangan dan sebagai tinjauan sinergi dan koordinasi antar instansi dalam hal ini Bea Cukai dengan Instansi Pemerintah Daerah.

Share this article.

Leave a Reply