Tingkatkan Pemahaman Tentang Cukai, Bea Cukai Bogor Gelar Sosialisasi Identifikasi Pita Cukai dan BKC Ilegal

bcbogor.beacukai.go.id – Bogor – Dalam rangka mendorong peran Pemerintah Daerah dalam memberikan Sosialisasi Ketentuan di bidang Cukai, Bea Cukai Bogor mengundang seluruh Pemerintah Daerah (Pemda) di wilayah pengawasannya untuk mengikuti Sosialisasi Identifikasi Pita Cukai dan Barang Kena Cukai (BKC) Ilegal pada Kamis (29/04).

Kegiatan yang digelar di Aula Lantai 3 KPPBC TMP A Bogor ini, dihadiri oleh perwakilan pemda kota Bogor, kota Depok, kota Sukabumi, kabupaten Bogor, kabupaten Sukabumi dan kabupaten Cianjur. Sosialisasi kali ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pemda terkait ketentuan umum di bidang cukai agar kedepannya pemda dapat aktif mengedukasi masyarakat tentang cukai sekaligus juga mensosialisasikan program gempur rokok illegal.

Kegiatan diawali dengan pemberian sambutan oleh Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi, Wahyu Setyono Widyobroto. Dalam sambutannya Wahyu mengatakan “ Kami sangat berterimakasih atas antusiasme bapak/ibu dalam menghadiri kegiatan sosialisasi hari ini. Semoga apa yang kami sampaikan hari ini dapat meningkatkan pemahaman bapak/ibu di bidang cukai serta memberikan manfaat kedepannya.”

Cukai merupakan pungutan negara yang dikenakan terhadap barang-barang tertentu yang mempunyai sifat atau karakteristik yang ditetapkan undang-undang. Sifat / karakteristik tersebut yaitu konsumsinya perlu dikendalikan, peredarannya perlu diawasi, pemakaiannya dapat menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat dan lingkungan hidup, perlu pembebanan cukai demi keadilan dan keseimbangan.

Barang Kena Cukai (BKC) terdiri atas :

  1. Hasil Tembakau (HT);
  2. Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) kadar berapapun;
  3. Etil Alkohol (EA).

Dalam rangka pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), pemerintah daerah setempat didorong untuk menjalankan program/kegiatan yang berkaitan dengan upaya pemberantasan peredaran hasil tembakau illegal. Hasil tembakau sendiri memiliki beragam jenis antara lain sigaret/rokok, cerutu, rokok daun/klobot, tembakau iris (tis), serta hasil pengolahan tembakau lainnya (hptl) berupa vape dan shisha.

“ Ciri-ciri rokok illegal yaitu rokok polos atau tidak dilekati pita cukai, rokok dengan pita cukai palsu, rokok yang dilekati pita cukai bekas, rokok berpita cukai namun salah personalisasinya serta rokok berpita cukai namun salah peruntukannya. Rokok polos merupakan yang paling sering ditemui di lapangan, untuk itu diharapkan bapak/ibu waspada akan hal ini” Ungkap Wahyu.

Di tengah pemaparan materi, diadakan sebuah game untuk menguji pemahaman para audience. Game ini berkaitan dengan pengidentifikasian rokok yang tergolong legal dan illegal. Permainan berlangsung dengan sangat seru karena para tamu undangan antusias dalam mengungkapkan pendapat dan pandangan mereka masing-masing. Permainan berakhir dengan terpilihnya 6 orang pemenang untuk diberikan hadiah menarik.

Agenda berlanjut dengan kegiatan simulasi identifikasi pita cukai palsu, kegiatan ini dipimpin langsung oleh Pemeriksa Bea Cukai (PBC) Pertama, Andi wahyudi. Andi menunjukkan 3 cara untuk mengidentifikasikan pita cukai yang palsu dan tidak yaitu :

  1. Secara Kasat Mata
  2. Dengan Kaca Pembesar
  3. Dengan Alat Deteksi Pita Cukai

“ Sosialisasi hari ini merupakan jalan pembuka bagi pemda agar segera merealisaikan rencana kerja terkait pengelolaan dbhcht. Diharapkan seluruh pemerintah daerah aktif dalam menjalin sinergi dengan Bea Cukai Bogor dalam setiap kegiatan yang akan dilaksanakan, sehingga dapat diperolah hasil penilaian kinerja yang maksimal” pungkas Wahyu.

Share this article.