Tetap Jalin Koordinasi di Masa Pandemi, Bea Cukai Bogor Lakukan Virtual CVC

bcbogor.beacukai.go.id – Bogor – Dalam rangka meningkatkan hubungan baik dan menjalin koordinasi dengan pengguna jasa di wilayah pengawasannya, Bea Cukai Bogor lakukan kegiatan Customs Visit Customers (CVC) pada Jumat (23/07) ke Perusahaan Indonesia Industri Perkasa (IIP).

Kegiatan yang dilaksanakan secara virtual melalui zoom meeting ini dilakukan sebagai langkah antisipatif untuk mendukung upaya pemerintah dalam memutus rantai penyebaran COVID-19. Meskipun dilaksanakan secara virtual, acara CVC kali ini tetap berlangsung secara kondusif dan lancar.

CVC dibuka dengan sambutan oleh Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi, Wahyu Setyono Widyobroto. Dalam sambutannya Wahyu menyampaikan terimakasih atas kesediaan PT Indonesia Industri Perkasa untuk hadir dalam kegiatan ini. Agenda dilanjutkan dengan pemaparan profil perusahaan oleh Direktur Operasional PT IIP, Lisnawati Rustandi.

PT Indonesia Industri Perkasa merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengadaan beragam produk cleaner (pembersih dan perawatan) untuk pemeliharaan gedung, rumah, perkantoran, apartemen dan sebagainya. Sebagai salah satu reksan cukai di wilayah Bea Cukai Bogor, PT IIP merupakan perusahaan penerima fasilitas pembebasan cukai dengan produk utama pengharum dan hand sanitizer.

“Kami merasa sangat terbantu atas fasilitas yang telah diberikan Bea Cukai berupa pembebasan cukai etil alkohol karena dengan fasilitas tersebut kami dapat menekan biaya produksi sehingga produk kami dapat bersaing di pasaran” Terang Lisnawati Rustandi.

Dalam kesempatan ini Bea Cukai juga memberikan beberapa asistensi kepada perusahaan dalam menjalankan proses bisnis agar sesuai dengan ketentuan, yaitu :

  1. Penyimpanan etil alkohol harus dipisah dengan tempat penyimpanan bahan baku lain
  2. Kewajiban pelaporan dan pembukuan harus dilaksanakan dengan tertib
  3. Tidak menyalahgunakan fasilitas pembebasan cukai
  4. Tidak memproduksi barang hasil akhir yang tidak tercantum dalam SKEP Pembebasan

Selain hal-hal tersebut Wahyu juga menegaskan “Pelaporan LACK-4 harus dilakukan tepat waktu, yaitu maksimal tanggal 10 bulan berikutnya, jika terlambat melakukan pelaporan maka SKEP Pembebasan akan dicabut. Hal ini akan sangat merugikan perusahaan dan pastinya mengganggu cashflow perusahaan.”

Acara dilanjutkan dengan sharing session yang berlangsung dengan sangat interaktif, sebagai penutup dilakukan pemutaran video terkait proses produksi dan factory tour oleh PT Indonesia Industri Perkasa. Dengan dilaksanakannya kegiatan Customs Visit Customers diharapkan dapat memperkuat sinergi yang telah terjalin antara Bea Cukai dan pengguna jasa, selain itu kegiatan ini diharapkan dapat menampung masukan dan saran dari pengguna jasa demi peningkatan pelayanan Bea Cukai yang makin baik.

Share this article.