Rapat DKO Triwulan II Tahun Anggaran 2021

bcbogor.beacukai.go.id – Bogor – Dalam rangka penyampaian laporan capaian kinerja bulanan, Bea Cukai Bogor adakan rapat Dialog Kinerja Organisasi (DKO) Triwulan II Tahun Anggaran 2021 pada Rabu (5/5). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pejabat dan pegawai di lingkungan Bea Cukai Bogor.

Rapat DKO kali ini dilaksanakan secara daring (dalam jaringan) melalui aplikasi zoom meeting, meskipun begitu para peserta tetap antusias dalam mengikuti kegiatan ini. Agenda utama yang dibahas dalam DKO kali ini adalah reviu laporan capaian kinerja oleh MMKO, pemaparan materi larangan gratifikasi serta penyampaian hot issue.

Rapat dibuka dengan sambutan oleh Plt. Kepala Kantor Bea Cukai Bogor, Edwan Isrin. Dalam sambutannya Edwan mengingatkan kepada pegawai untuk disiplin dalam pelaksanaan tugas meskipun di tengah suasana menjalankan ibadah puasa.

Agenda dimulai dengan penyampaian laporan capaian kinerja oleh setiap seksi, terdapat 17 IKU yang dibahas, dengan rincian 12 IKU hijau, 4 IKU abu-abu dan 1 IKU kuning. Untuk IKU yang kuning merupakan IKU dari penerimaan, hal ini disebabkan karena banyaknya reksan cukai terutama kelompok Hasil Pengolahan Tembakau Lainnya (HPTL) yang mengalami collaps di masa pandemi ini.

“ Kita bersama harus berusaha secara optimal agar target dapat tercapai, akan terus dilakukan koordinasi dengan Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai agar penerimaan diperoleh maksimal” Ungkap David Purwosusilo, Kepala Seksi Perbendaharaan.

Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi tentang gratifikasi oleh Kepala Seksi Kepatuhan Internal, Ade.

“ Memasuki Hari Raya Idul Fitri, dihimbau kepada seluruh pegawai Bea Cukai Bogor untuk tidak menerima gratifikasi baik dalam bentuk parcel lebaran atau tunjangan hari raya (THR) dari pihak manapun yang dapat menyebabkan benturan kepentingan. Jika terpaksa harus menerima silakan laporkan ke unit pengendalian gratifikasi Seksi Kepatuhan Internal” Tegas Ade.

Sharing Session merupakan agenda penutup rapat DKO kali ini, dalam kegiatan ini pegawai menyampaikan berbagai saran dan masukan untuk peningkatan pelayanan kepada pengguna jasa. Di akhir sesi Edwan kembali menghimbau agar seluruh pegawai tidak mudik ke kampung halaman pada momen lebaran kali ini. Hal ini sebagai upaya nyata untuk mengurangi kasus Covid-19 di Indonesia.

Share this article.