Persiapan Bea Cukai Bogor Hadapi Monev WBK/WBBM

Para peserta Focus Group Discussion (FGD) Persiapan Monev WBK/WBBM sedang melakukan persiapan pemaparan Tim Pengungkit, yang dilaksanakan di Aula Lantai 3 Bea Cukai Bogor, Senin (9/9). Monev WBK/WBBM rencananya akan dilaksanakan pada 12 s.d. 13 September 2019 dan dilakukan oleh Tim dari Direktorat Kepatuhan Internal Kantor Pusat DJBC.

 

bcbogor.beacukai.go.id – BOGOR – Di penghujung tahun 2017, tepatnya 12 Desember, Bea Cukai Bogor berhasil memperoleh predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB). Upaya Bea Cukai Bogor untuk meraih predikat WBK tidaklah mudah. Berawal dari terpilihnya Bea Cukai Bogor sebagai pemenang atau juara kedua kantor percontohan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).

Ada beberapa tahap penilaian yang dilalui Bea Cukai Bogor untuk sampai kepada WBK, baik penilaian internal dari Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Keuangan maupun penilaian eksternal yang dilakukan KemenPAN-RB bersama KPK. Indikator penilaian tersebut dibagi ke dalam dua kelompok yang meliputi penilaian indikator pengungkit dan penilaian indikator hasil.

Sedikitnya ada enam kriteria penilaian pengungkit yang akan dijadikan bahan dalam evaluasi tersebut yakni manajemen perubahan, tatalaksana, penataan sistem manajemen SDM, akuntabilitas kinerja, penguatan pengawasan dan kualitas pelayanan publik. Indikator penilaian hasil sendiri dibagi ke dalam dua bagian yaitu terwujudnya pemerintahan yang bersih dan bebas KKN serta terwujudnya peningkatan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat melalui survey eksternal.

Untuk tetap memastikan bahwa pelaksanaan aspek aspek yang harus terpenuhi oleh Kantor yang berpredikat WBK, maka Direktorat Kepatuhan Internal akan melaksanakan Monitoring dan Evaluasi Wilayah Bebas dari Korupsi/Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (Monev WBK/WBBM) di Bea Cukai Bogor pada tanggal 12 s.d. 13 September 2019.

FGD Persiapan Monitoring dan Evaluasi Wilayah Bebas dari Korupsi

Setidaknya, terdapat lima kali pertemuan yang dilakukan dalam rangka persiapan monev WBK/WBBM ini. Sebagai persiapan final, Bea Cukai Bogor menggelar Focus Group Discussion (FGD) pada Senin (9/9) yang dihadiri oleh semua anggota dari masing-masing tim pengungkit dengan agenda pemaparan kesiapan terkait data baik softcopy maupun hardcopy sebagai salah satu indikator yang dinilai dalam monev WBK. Acara ini dibuka oleh Pius Rahardjo selaku Ketua Tim Monev WBK/WBBM Kantor Bea Cukai Bogor, yang kemudian dilanjutkan dengan presentasi oleh koordinator dari masing-masing tim pengungkit.

Semua tim menyebutkan bahwa semua data yang diperlukan sudah siap. Seperti yang disampaikan oleh Koordinator Tim Pengungkit Manajemen Perubahan, Sasmita. Ia mengatakan bahwa Timnya telah memperbaharui semua dokumentasi yang diperlukan seperti dokumentasi Pembinaan Mental (bintal), Service Level Agreement (SLA), Apel Bulanan, Pekan Disiplin, serta pembaharuan SKEP Agen Perubahan dengan menunjuk 40 pegawai sebagai agen perubahan.

Kesiapan yang sama disampaikan pula oleh Koordinator Tim Pengungkit Penataan Tatalaksana, Haryo Sendiko yang menyebutkan bahwa media publikasi untuk peningkatan layanan publik seperti video profil, Standar Operating Procedure (SOP), dan media sosial sudah siap dan telah di-update. Dari pemaparan tersebut, Bea Cukai Bogor telah siap untuk di-monev karena data-data yang diperlukan telah di-update sampai dengan Agustus 2019.

Ketua Tim Monev WBK, Pius Raharjo mengatakan bahwa untuk membangun sebuah unit kerja pelayanan berpredikat WBK/WBBM tidaklah mudah sebab hal tersebut membutuhkan komitmen serta gerakan perubahan bersama dari level pimpinan instansi, pimpinan unit kerja hingga pelaksana dan juga stakeholder.

Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan untuk monev WBK/WBBM, Bea Cukai Bogor berharap, komitmen perbaikan internal organisasi yang sistematis dan berkelanjutan melalui predikat WBBM akan segera terwujud.

 

Share this article.

Leave a Reply

Close Menu