Perluas Informasi Terkait Ketentuan Cukai, Bea Cukai Bogor Berikan Sosialisasi Kepada Masyarakat Cianjur

bcbogor.beacukai.go.id – Cianjur – Dalam rangka merealisasikan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 206/PMK.07/2020 tentang Penggunaan, Pemantauan dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH CHT), Pemerintah Kabupaten Cianjur kembali menggelar Sosialisasi Ketentuan Perundang-Undangan Cukai Hasil Tembakau pada Kamis (25/11) bertempat di kecamatan Warungkondang, Cianjur.

Sosialisasi ini tentunya menghadirkan tim narasumber dari Bea Cukai Bogor yaitu Nurbaeti Hijriyanti dan Dona Febriyanti, Pemeriksa Bea dan Cukai Pertama. Kegiatan dibuka dengan sambutan yang disampaikan oleh Kepala Bagian Hukum Setda Cianjur, Dr. Mokhamad Irfan Sofyan, ST, SH, M. Kn, “Kami sangat berterimakasih atas kesediaan Bea Cukai Bogor untuk menjadi narasumber dalam kegiatan kali ini. Sosialisasi hari ini sepenuhnya didanai dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH CHT), diharapkan dengan mengikuti sosialisasi ini masyarakat dapat lebih memahami ketentuan cukai utamanya rokok, agar tidak lagi membeli rokok ilegal yang menimbulkan kerugian negara.”

Agenda dilanjutkan dengan pemaparan materi utama yaitu ketentuan cukai rokok dan tata cara identifikasi pita cukai oleh tim narasumber dari Bea Cukai Bogor.

“Rokok ilegal itu biasanya dijual dengan harga murah, karena tidak bayar cukai jadi kita harus berhati-hati jika ditawari rokok dengan harga sangat murah dan spesifikasi yang tidak jelas. Pastikan rokok yang kita perjualbelikan dilekati pita cukai yang asli, baru, cetakan jelas dan berhologram,” jelas Nurbaeti Hijriyanti.

Pada hari yang sama, tim narasumber Bea Cukai Bogor bersama Kepala bagian Hukum Setda Cianjur berkesempatan untuk mengikuti talkshow bertajuk “Bincang Geboy Gempur Rokok Ilegal” di radio Rama, Cianjur.

“Cara mengidentifikasi rokok illegal itu sangat mudah, yang pertama cek apakah rokok tersebut berpita cukai atau tidak, jika ada selanjutnya perhatikan apakah pita cukai tersebut asli atau palsu, kemudian jika asli maka pastikan pita cukai tersebut masih baru dan bukan bekas pakai dan yang terakhir sesuaikan peruntukan dan personalisasi dalam bungkus rokok dengan yang ada di pita cukai.” Terang, Dona Febriyanti.

Talkshow terus berlanjut dengan antusiasme pendengar radio yang bergantian menyampaikan pertanyaan baik secara interaktif melalui telepon maupun melaului pesan singkat. Diharapkan dengan terlaksananya seluruh rangkaian kegiatan tersebut dapat membuka wawasan masyarakat agar tidak memperjualbelikan rokok illegal.

Share this article.