P2KP Bea Cukai Bogor – Stimulus Perpajakan untuk Kawasan Berikat dalam Rangka Penanganan Covid-19

bcbogor.beacukai.go.id – BOGOR – Seksi Pelayanan Kepabaeanan dan Cukai (PKC) sebagai unit pelayanan di Bea Cukai Bogor menyampaikan hasil survei yang dilaksanakan Kantor Pusat DJBC mengenai kondisi perusahaan penerima fasilitas dalam masa darurat Covid-19.

Penyampaian ini dikemas dalam Program Pembinaan Pengetahuan dan Keterampilan Pegawai (P2KP) yang dilaksanakan Senin (22/06) secara virtual melalui aplikasi zoom. Acara dihadiri oleh Pejabat Eselon IV dan V serta Pemeriksa Hanggar di lingkungan Bea Cukai Bogor.

Kepala Seksi PKC VI, Pius Rahardjo yang menjadi narasumber P2KP menjelaskan hasil survei stimulus perpajakan untuk Kawasan Berikat dalam rangka penanganan Covid-19. Survei melibatkan 90 perusahaan dengan tujuan untuk mengetahui kendala utama yang dihadapi perusahaan sekaligus langkah yang dilakukan baik dalam importasi maupun eksportasi.

Kemudian, tujuan lainnya yaitu untuk mengetahui sejauh mana perusahaan mengetahui insentif fiskal dan prosedural selama wabah covid-19 beserta manfaatnya. Dari hasil survei didapatkan bahwa insentif yang paling dikenal adalah layanan online, relaksasi perpajakan dan kemudahan importasi obat/alkes.

Pius memaparkan beberapa aturan terkait relaksasi Kawasan Berikat seperti PMK 31/PMK.04/2020 tentang insentif tambahan untuk perusahaan penerima fasilitas KB dan/atau KITE dan PMK-34/PMK.04/2020 tentang pemberian fasilitas kepabeanan dan/atau cukai serta perpajakan atas impor barang untuk keperluan penanganan pandemi covid-19 yang bisa diajukan ke kantor Bea Cukai Bogor.

Seksi PKC Bea Cukai Bogor mencatat, terdapat 38 Perusahaan yang mendapatkan ijin produksi terkait penanganan Covid-19. Perusahaan tersebut diwajibkan untuk mengajukan pengujian jenis barang baik bahan baku ataupun barang jadi, untuk penetapan maupun petunjuk awal apakah barang produksinya termasuk lartas ekspor atau tidak.

“Penambahan hasil produksi dalam rangka penanganan Covid-19 dapat diberikan oleh Kantor Bea Cukai Bogor dengan masa berlaku sampai dengan 31 Desember 2020. Penjualan hasil produksi ke dalam negeri diperbolehkan tanpa mengurangi kuota penjualan pada tahun berjalan” terang Pius dalam penjelasannya.

Pius menambahkan, penyerahan SKA via email (scan/pindai berwarna) paling lambat 30 hari sejak pendaftaran dan hardcopy diserahkan 90 hari sampai dengan 1 tahun sejak pendaftaran.

Hal ini sesuai dengan ketentuan SE-10/BC/2020 tentang petunjuk teknis penyerahan Surat Keterangan Asal (SKA) atau Invoice Declaration beserta dokumen pelengkap pabean, penelitian SKA dalam rangka pengenaan tarif Bea Masuk atas Barang Impor berdasarkan Perjanjian atau Kesepakatan Internasional selama Pandemi Covid-19.

Selain itu, sebagai early warning kondisi Kawasan Berikat, Bea Cukai Bogor akan melakukan langkah monitoring umum, monitoring khusus dan memaksimalkan pemanfaatan aplikasi SIMANTAB KB.

Share this article.
Close Menu
×