Mau tahu Cara Jastip Lolos Bea Cukai? Ini Dia Penjelasan dan Ilustrasinya.

Baru-baru ini, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai melalui akun instagram @bravobeacukai memberikan penjelasan tentang jasa titipan (jastip) yang belakangan menjamur di kalangan milenial.

Jastip merupakan kegiatan menawarkan beberapa barang dari suatu destinasi tertentu baik dalam maupun luar negeri. Biasanya, aktivitas jastip ini dilakukan melalui aplikasi perpesanan whatsapp atau sosial media seperti Instagram.

Jastip bukanlah sesuatu yang terlarang, jastip masuk kedalam bagian dari barang bawaan penumpang/barang penumpang yang diatur dalam PMK 203 tahun 2017 dan PER-09/BC/2018. 

Barang penumpang terbagi menjadi 2 bagian : personal use dan non personal use. 

Personal use terdiri dari:

  • barang yang diperoleh dari luar negari dan tidak dibawa Kembali keluar negeri,
  • barang yang diperoleh dari dalam negeri,
  • barang yang diperoleh dari luar negeri yang akan digunakan di dalam negeri dan akan dibawa Kembali ke luar negeri oleh penumpang tersebut.

Barang non personal use adalah barang yang tidak termasuk dalam kategori barang personal use yang jumlah, jenis, dan sifatnya tidak wajar untuk keperluan pribadi. 

Pejabat berwenang menetapkan kategori barang impor bawaan Penumpang berdasarkan manajemen risiko.

Gimana jika barang tiba sebelum atau sesudah penumpang, apakah bisa dianggap barang penumpang?

Jika penumpang menempuh perjalanan laut, barang yang tiba 30 hari sebelum atau 60 hari setelah penumpang tiba tetap dianggap barang penumpang.

Jika via udara, barang yang tiba 30 hari sebelum atau 15 hari setelah penumpang tiba tetap dianggap barang penumpang.

Selengkapnya silahkan simak ilustrasi berikut ya.

teks dan infografis : bravobeacukai 
Share this article.

Leave a Reply

Close Menu
×