REGISTRASI KEPABEANAN

FAQ

Most frequent questions and answers

Persyaratan umum dalam mengajukan permohonan Registrasi Kepabeanan antara lain:
  a. Memiliki NPWP;
  b. Memperoleh Keterangan Status Wajib Pajak (KSWP) dengan status valid; dan
  c. Mengetahui nomor EFIN (Electronic Filling Identification Number) Wajib Pajak

KSWP akan bersatus valid dalam hal:
  • Wajib Pajak taat dalam penyampaian Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) selama 2 (dua) tahun terakhir berturut-turut; dan/atau
  • Wajib Pajak taat dalam penyampaian Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai (PPN) selama 3 (tiga) masa pajak terakhir dalam hal berstatus Pengusaha Kena Pajak (PKP)

Ya, dapat. Pengguna Jasa dapat mengajukan permohonan Registrasi Kepabeanan
untuk lebih dari 1 (satu) jenis kegiatan kepabeanan dengan bertindak sebagai importir,
importir-eksportir, importir-eksportir/PPJK, dan sebagainya.

Tidak Perlu. Cukup untuk melakukan perubahan data Registrasi Kepabeanan dengan
menambahkan data kantor cabang perusahaan dan melampirkan dokumen NPWP yang mencantumkan alamat kantor cabang tersebut.

Masih dapat, dalam hal:
  • Pengguna Jasa yang bertindak sebagai Importir dan belum mendapatkan Akses Kepabeanan, dapat dilayani pemenuhan kewajiban pabeannya hanya untuk 1 (satu) kali pemberitahuan pabean impor setelah mendapat persetujuan dari Kepala Kantor Pabean.
  • Pengguna jasa yang bertindak sebagai Eksportir dan/atau Pengangkut yang belum mendapatkan Akses Kepabeanan, dapat dilayani pemenuhan kewajiban pabeannya selama 5 (lima) hari kerja terhitung sejak tanggal Bukti Penerimaan Permohonan Registrasi Kepabeanan (BC-RK.01)

Peraturan mengenai Registrasi Kepabeanan dapat Anda unduh disini.

Video Tutorial Registrasi Kepabeanan

Video Tutorial Registrasi Kepabeanan

Close Menu