Kupas Tuntas Cukai, Bea Cukai Bogor Adakan Coffee Morning bersama Pengusaha BKC

Bogor, 01 Oktober 2019 – Dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Bea Cukai ke-73, Bea Cukai Bogor mengadakan berbagai kegiatan yang melibatkan pegawai dan pihak eksternal. Coffee Morning bersama para reksan cukai adalah salah satunya. Pertemuan yang melibatkan Importir Barang Kena Cukai (BKC) Pengusaha Pabrik BKC, pengusaha Tempat Penjualan Eceran (TPE) hingga Penyalur BKC ini membahas tentang peraturan dan tata laksana cukai.

Diskusi dan sharing session ini dilakukan sebagai upaya Bea Cukai Bogor dalam mendukung para pelaku industri dalam negeri, khususnya reksan cukai agar dapat membangun usahanya menjadi sehat dan kuat. Selain itu, untuk menekan angka pelanggaran di bidang cukai yang nantinya juga dapat merugikan perusahaan BKC.

Hadir sebagai narasumber, Kepala Kantor, Moh Saifuddin bersama beberapa Kepala Seksi antara lain Kepala Seksi Perbendaharaan, Anwar, Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan, Erwin Bangun Maruli Tua, Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai VI, Sasmita dan Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai VII, Ikhlas Mulyana.

Seperti yang tertuang dalam Undang-Undang Cukai nomor 39 tahun 2007 dan Peraturan Menteri Keuangan nomor 66/PMK.04/2018 pasal 2 ayat (1) menyebutkan bahwa setiap orang yang akan menjalankan kegiatan sebagai pengusaha pabrik, pengusaha tempat penyimpanan, importir BKC, penyalur dan Pengusaha TPE wajib memiliki Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC).

Narasumber menjelaskan tentang tahapan-tahapan yang dilakukan untuk mendapatkan NPPBKC serta pembahasan terperinci terkait kewajiban-kewajiban para reksan cukai sesuai jenis usaha yang mereka jalankan dan dokumen-dokumen cukai yang dibutuhkan.

Misalnya, Kewajiban Tempat Penjualan Eceran menurut peraturan tersebut adalah melakukan pencatatan dan membuat laporan sediaan BKC (LACK-11). Atau contoh lainnya yaitu Kewajiban Tempat Penyimpanan Etil Alkohol, seperti membuat papan nama perusahaan, menyerahkan asli dokumen (CK-5 masuk) kepada Kantor yang mengawasi tempat penyimpanan, membuat dokumen mutasi BKC (CK-5 keluar), membuat laporan LACK-9 dalam hal EA dibebaskan dan Laporan LACK-2 dalam hal EA tidak dipungut.

Diskusi berlangsung ringan, dan para peserta merasa puas dengan penjelasan yang disajikan oleh para narasumber. Berbagai kritik dan saran disampaikan para peserta melalui lembar kuesioner efektifitas edukasi dan komunikasi seperti berikut ini.

“Saya sangat apresiasi acara ini, ke depan lebih mengelompokkan ke bidang usaha”

“materi pelaporan per grup, misal hanya HPTL, tidak dicampur dengan MMEA”

“materi ok, narasumber ok, acara ok, lainnya ok”

Dengan adanya coffee morning tentang cukai ini diharapkan dapat menambah wawasan para pengusaha dalam mengembangkan usahanya. Selain itu, melalui acara ini diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan terhadap peraturan sehingga angka pelanggaran di bidang cukai dapat ditekan seminimal mungkin.

Share this article.

Leave a Reply

Close Menu