Kisah 2 Pesepeda Mengikuti Gowes JBJ, lewati Panas Terik dan Hujan Deras Jalur Jakarta-Bandung

BOGOR – Bea Cukai Bogor terlibat langsung dalam pelaksanaan Gowes Jakarta-Bandung-Jakarta (JBJ) yang diselenggarakan oleh Komunitas Pesepeda Bea Cukai yang dinamakan Customs Cycling Club (CCC) pada Sabtu (26/10). Acara yang digagas dalam rangka memperingati Hari Bea Cukai dan Hari Oeang RI ke-73 ini sukses melepas 140 pesepeda, yang terdiri dari pegawai Kementerian Keuangan dan masyarakat umum, dari titik keberangkatannya di Kantor Pusat DJBC, Jakarta menuju Kanwil DJBC Jawa Barat, Bandung untuk kembali lagi ke Jakarta sebagai titik terakhirnya.

Pesepeda yang berasal dari Direktorat Audit Kantor Pusat DJBC, Mochamad Abdul Rochim yang akrab disapa Rochim dan pesepeda dari Bea Cukai Bogor, M. Wildan Fahrurreza membagikan kisah suka dukanya mengikuti Gowes JBJ. Simak keseruannya pada wawancara berikut ini.

M. Abdul Rochim, salah satu peserta Gowes JBJ telah menyelesaikan etape I (Jakarta-Bogor) pada Sabtu (26/10) di Kantor Bea Cukai Bogor.

Apa motivasi mengikuti acara ini?

Rochim : Ingin tahu kemampuan maksimal bersepeda paling jauh sampai mana dan bisa ramai-ramai naik sepeda sampai Bandung. Pengalaman yg akan sangat jarang di dapat.
Wildan : Mencari pengalaman baru dan karena hobi keluarga juga.

Persiapan apa yang dilakukan?

Rochim : 2 bulan sebelumnya sudah bike2work dan minggu sepeda dengan jarak lebih jauh
Wildan : Yang pasti fisik istirahat cukup dan jangan lupa sepeda. kalau nggak ada sepeda bukan gowes. Kalau bisa servis ya diservis ke bengkel, kalau bisa servis sendiri ya sendiri. Periksa rem dan bawa ban cadangan, tas untuk barang-barang selama di perjalanan, helm dan sarung tangan untuk keamanan selama berkendara.

Dukungan dari keluarga dan kantor, seperti apa?

Rochim : Dari keluarga doa dan semangat. Dari kantor ada mobil evakuasi waktu pelaksanaan.
Wildan : Dukungan dari keluarga sangat baik, karena kemarin gowes juga bersama kakak dan sepupu, dari kantor juga mendukung dengan meminjamkan peralatan seperti helm dan kunci-kunci.

Pengalaman menarik apa, selama mengikuti Gowes JBJ?
Rochim : Sangat menarik, seru menantang, panas terik, tanjakan extrim, hujan deras dan walaupun tidak finish dan di evakuasi oleh panitia, tetap senang dan bangga.
Wildan : Gowes terlama yang pernah diikuti. Waktu itu finish dalam waktu 12 jam karena sempat menepi karena hujan deras sepanjang jalur cipanas – cipatat, bertemu goweser yang sudah berumur tapi tetap kuat jadi bisa memotivasi dalam bersepeda.

Bagaimana melewati rute tersulit dari Gowes JBJ?
Rochim : Lewat jalur puncak, panas terik, dan kram. sudah dengan jalan kaki dan akhirnya loading ke evac
Wildan : Rute tersulit JBJ ketika jalan mendaki menuju masjid attaawun jalur menanjak dengan kemiringan yang cukup curam, sempat berhenti sejenak disetiap tanjakan menuju masjid untuk istirahat kaki kemudian lanjut sampai check point 2.

Terakhir, pesan-pesan untuk warganet dan para pesepeda?
Rochim : Sadar bahwa kesehatan itu penting, dengan latihan yang rutin dan konsisten berharap bisa seperti warior2 CCC. Melihat senior-senior yang berumur masih kuat dan sehat harusnya jadi penyemangat anak muda atau milenial untuk selalu berolahraga. Apapun itu olahraganya tapi bersepeda sangat “FUN”
Wildan : Pesan pesan selalu jaga keamanan dan kenyamanan sesama pengguna jalan, jangan terlalu memaksakan diri karena yang tau kondisi kita adalah diri kita masing-masing, selalu persiapkan kalau bisa servis sepeda kepada ahlinya sebelum melakukan perjalanan panjang. teruntuk pembaca yang baru mau menekuni hobi sepeda, jangan menganggap bersepeda itu mahal. Dibandingkan moge (motor gede) atau mobil, sepeda jauh lebih murah. Dengan sepeda apapun kita tetap bisa bersepeda. Stay safe, keep calm and start gowes.

FOTO BERSAMA - M. Wildan Fahrurreza, (keempat dari kiri) menjadi perwakilan pesepeda dari Bea Cukai Bogor dalam acara Gowes JBJ yang diadakan Sabtu (26/10) dengan rute Jakarta-Bandung-Jakarta.
Share this article.
Close Menu
×