Customs Visit Customer ke PT Indomatra Busana Jaya

PT Indomatra Busana Jaya tetap optimis dan terus melakukan inovasi untuk kelancaran proses bisnis baik ekspor komoditas garment maupun pembuatan APD. (Foto:Tasya)

bcbogor.beacukai.go.id – BOGOR – Dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dan physical distancing, Bea Cukai Bogor kembali mengadakan program rutin Customs Visit Customer (CVC) melalui kunjungan kerja ke perusahaan-perusahaan di bawah pengawasan Bea Cukai Bogor.

Kepala Subseksi Penyuluhan, Nurbaeti Hijriyanti bersama PLI Milenial Bea Cukai Bogor (sebutan bagi generasi milenial yang bertugas melakukan kegiatan kehumasan DJBC.red) mengunjungi sebuah perusahaan garment yang berada di wilayah selatan Kota Depok yaitu PT Indomatra Busana Jaya, Kamis (25/06).

Kegiatan CVC kali ini dikemas dalam bentuk video blog (vlog) kekinian yang membawa suasana baru dalam menjalin hubungan baik antara Bea Cukai dan stakeholder sekaligus memberikan informasi kepada masyarakat tentang kiprah perusahaan Kawasan Berikat dalam memajukan perekonomian.

Tim PLI Milenial berhasil menemui pihak perusahaan yang diwakili oleh petugas bagian Ekspor-Impor PT Indomatra Busana Jaya, Doddy Muliawan.

“Perusahaan kami termasuk ke dalam perusahaan dengan fasilitas Kawasan Berikat Mandiri dengan hasil produksi ekspor adalah Winter Jacket dan tujuannya adalah Korea. Di masa pandemi seperti sekarang ini, kami pun memproduksi APD (Alat Pelindung Diri) untuk diekspor dan dijual lokal. Produksinya bisa mencapai 2.200 pieces APD perhari” ungkap Doddy.

Total ekspor secara keseluruhan selama periode Januari hingga Mei 2020, lanjut Doddy, sebanyak 246 ribu pieces meliputi jacket, pants dan APD dengan tujuan subkontrak kepada tiga perusahaan untuk proses piping, quilting dan printing.

Kasubsi Penyuluhan, Nurbaeti Hijriyanti bersama Tim PLI Milenial sedang melakukan Factory Tour didampingi pihak perusahaan dan Petugas Hanggar (kiri); Salah satu produk dari PT Indomatra Busana Jaya berupa jaket (kanan)

Tim kemudian melakukan factory tour dengan pendampingan dari pihak perusahaan dan Petugas Hanggar Pabean dan Cukai yang tengah bertugas. Dimulai dari bagian warehouse sebagai tempat masuk dan keluarnya bahan baku dan dilanjutkan ke gedung proses cutting atau pemotongan bahan baku yang akan dijadikan produk jaket.

Salah satu Tim PLI Milenial, Tasya mengungkapkan kekagumannya kepada pemirsa vlog tentang proses pembuatan jaket yang bersih dan aman.

“untuk produksi jaket sendiri, kami melihat proses pengisian kain untuk jaket dengan bulu bebek yang tentunya sudah diproses terlebih dahulu agar tidak ada bakteri atau kuman yang tertinggal untuk menjaga kualitas jaket” ujarnya.

Factory Tour berlanjut ke line Pembuatan APD, tempat dimana beberapa bagian seperti part tangan dan badan APD dibuat untuk kemudian digabungkan menjadi APD yang utuh. Tak hanya itu, Tim juga melanjutkan kegiatan ke gedung penggabungan part Jaket dan APD.

“Disini, penggabungan APD dan Jaket dilakukan berdampingan. Lalu, produk tersebut akan dikemas dengan plastik dan di-press. Setelah itu, akan di-packing kardus dan nantinya akan diekspor ke negara tujuan, guys” ucap Tasya.

Dari sekian banyak produksi jaket dan APD, Tim sempat menanyakan perihal dokumen apa saja yang dipakai oleh perusahaan dalam melakukan setiap aktivitasnya, antara lain seperti dokumen BC 2.6.1 dan BC 2.6.2, BC 3.0, BC 2.7, BC 2.5 dan dokumen BC 2.3.

Meskipun dilanda masa pandemi dan perekonomian yang tentunya menurun, PT Indomatra Busana Jaya tetap optimis dan terus melakukan inovasi untuk kelancaran proses bisnis baik ekspor komoditas garment maupun pembuatan APD.

Share this article.
Close Menu
×