BUAT INTERNALISASI UNTUK TANGANI BERITA NEGATIF, BEA DAN CUKAI BOGOR: “BERITA NEGATIF? YUK, TETAP POSITIF!“

bcbogor.beacukai.go.id – Bogor – Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah melahirkan media baru yang memudahkan cara berkomunikasi. Keberadaan media sosial juga kini menjadi pilihan dalam menyampaikan informasi. Tidak hanya bagi perusahaan swasta namun juga lembaga pemerintahan.

Salah satunya adalah manfaat media sosial bagi lembaga pemerintahan, yaitu sebagai sarana pemerintah untuk menjalankan komunikasi publik dan juga untuk menjalankan komunikasi strategis  yakni, lebih dekat dengan publik untuk dapat memberikan informasi terfaktual, berkomunikasi secara langsung, dokumentasi online, memberikan respon dengan segera atas permasalahan-permasalah yang terjadi di masyarakat.

Namun, terlepas dari segala manfaatnya, Instansi Pemerintah pun menghadapi tantangan tertentu dari pemanfaatan media sosial dan era keterbukaan seperti saat ini. Salah satunya dikenal dengan Berita Negatif, penyebaran informasi sangat cepat dengan konten sensitif tanpa diketahui sumber dan kebenarannya tentang pemerintah.

Sebagai bentuk pencegahan dan penanganan terhadap Berita Negatif pada (29/06) kemarin Bea dan Cukai Bogor melaksanakan internalisasi penanganan berita negatif dengan tajuk “Berita Negatif?Yuk, tetap positif!” dengan mengundang narasumber kredibel Bapak Sudiro, Kepala Seksi Hubungan Masyarakat dan Media Dir. Komunikasi dan Bimb. Pengguna Jasa Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Bertempat di Aula Lantai 3, kegiatan yang dihadiri oleh seluruh pegawai Kantor Bea dan Cukai Bogor dengan konsep hybrid ini diawali dengan sambutan yang disampaikan oleh Plt Kepala Kantor Bea dan Cukai Bogor, Bapak Ade. Dalam sambutannya beliau berterima kasih atas kehadiran Bapak Sudiro dan tim dan berpesan kepada para pegawai, “Bapak/Ibu saya harap dapat menyimak dengan baik materi penting yang akan disampaikan oleh Bapak Sudiro, karena nantinya Bapak/Ibu lah yang akan menjadi garda terdepan, agent yang akan menghadapi dan menangani jika berita negatif menerpa kantor Bea dan Cukai Bogor” pungkas, Ade.

Setelah sambutan yang disampaikan oleh Plt Kepala Kantor Bea dan Cukai Bogor, kegiatan dilanjutkan dengan games “Awali dengan Berpikir” oleh Shinta Devi selaku MC sebagai pengantar menuju pemaparan materi oleh narasumber. Dalam permainan tersebut Shinta menyiratkan pesan bahwa “Menangani berita negatif yang menerpa baik menerpa instansi/satuan kerja atau bahkan personal, tak ayal kita dengan spontan langsung menanggapinya namun pada kenyataannya penanganannya tidak segamblang itu, semuanya harus diawali dengan berpikir, dan adanya strategi putar kepala” tutur, Shinta.

Setelah games berakhir, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Narasumber. Dalam pembukaan pemaparannya Bapak Diro mengenalkan terlebih dahulu tentang Direktorat Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa dimana ia menjabat sebagai Kasi Humas dan Media, tak selang berapa lama beliau masuk ke dalam inti materi, di pemaparannya beliau menjelaskan mengenai cara Pengidentifikasian berita negatif, Menganalisis berita negatif, dan Bagaimana cara merespon dan meminimalisir berita negatif.

“Saya mencoba merangkum dari beberapa sumber, dan menemukan 5 cara terbaik untuk meresppon pemberitaan negatif. Yaitu, Denial (Menyangkal), Evading Responsibility, Reducing Offensiveness, Corrective Action, dan Mortification.” Jelas, Sudiro.

Setelah pemaparan materi disampaikan, agenda internalisasi dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung sangat interaktif oleh narsumber dan beberapa penanya, dilanjutkan dengan pelaksanaan games “Tebak Logo”, dan ditutup dengan penyerahan cinderamata dan sesi foto bersama.

Dengan telah terlaksananya kegiatan Internalisasi ini diharapkan seluruh pegawai di Kantor Bea dan Cukai Bogor dapat memahami cara penanganan dan bersikap posited apabila muncul pemberitaan negatif mengenai instansi maupun satuan kerja.

Share this article.