Bintal Muslim Bea Cukai Bogor, Sukses Berkeluarga Sukses Bekerja. Ustadz Bendri Bagikan Tipsnya.

bcbogor.beacukai.go.id – BOGOR – Rabu Pagi (27/11), Aula Lantai 3 Bea Cukai Bogor kembali menggema dengan lantunan ayat suci Al Quran yang dibacakan lirih oleh para pegawai muslim. Sejak pukul 07.00 WIB, para pegawai telah membawa kitab sucinya dan bersama-sama melakukan khataman Al Quran yang merupakan bagian pembuka dari acara Pembinaan Mental (Bintal) untuk Pejabat/Pegawai Muslim di lingkungan Bea Cukai Bogor. Dihadiri oleh Kepala Kantor, Moh. Saifuddin, sejumlah pegawai muslim membaur dalam kebersamaan kegiatan Tilawah yang diakhiri dengan doa Khatmil Quran.

Acara kemudian dilanjutkan dengan perform 5 Hafidz/Hafidzah yang menampilkan kemampuannya dalam melafalkan dan menghafal rangkaian ayat-ayat Al-Quran. Kelima anak hebat tersebut merupakan putra/putri dari pegawai Bea Cukai Bogor.

Ustadz Bendri Jaisyurrahman, aktivis dan konselor ketahanan keluarga di Indonesia, yang hadir menjadi penceramah dalam kegiatan bintal mengungkapkan kekagumannya pada setiap anak-anak yang memilliki kemampuan menghafal Al Quran. Ia mengawali ceramahnya dengan pentingnya perhatian terhadap keluarga yang justru inilah yang sangat mempengaruhi kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

“Dasar sukses bekerja dimulai dari keluarga. Orang-orang yang baik, bermula dari keluarga yang baik” ucapnya.

Dengan tema “Sukses Berkeluarga, Sukses Bekerja” ia mengajak para peserta bintal untuk kembali dekat dengan keluarga, memahami pribadi anak dan menjadi figur yang dicintai oleh anak-anaknya. Lewat pembawaan yang penuh canda namun konten ceramah yang berbobot dan aplikatif, ia lebih banyak bercerita tentang kisah-kisah parenting yang mudah dicerna dan kadang menyentil.

“Pertama, pastikan ke rumah hanya membawa harta yang halal. Kedua, berkomunikasilah dengan anak dengan perkataan yang tepat, sesuaikanlah dengan jenjang usia dan jenis kelaminnya” tuturnya dalam ceramah.

“Dan salah satu yang terpenting bagi orang tua termasuk Ayah, harus hadir ketika anak sedang bersedih. Ini adalah memorable moment. Peluklah ia, tuntaskan tangisnya di bahu kita, agar kelak di masa dewasa ketika ia sedih, maka ia akan kembali ke kita, bukan yang lain” lanjutnya.

Di penutup ceramahnya, Ust. Bendri bercerita tentang kisah seorang anak yang kagum dengan sosok ayah hingga akhir usianya. Kalimat terakhir Sang Anak itulah yang ia jadikan kutipan cover buku Fatherman.  “Ayah memang tak selalu hadir setiap saat, tapi ayah selalu ada di waktu yang tepat” pungkasnya

Share this article.

Leave a Reply

Close Menu