Berkolaborasi dengan Bea Cukai Bogor, SatPol PP Kota Depok Siap Berantas Peredaran BKC Ilegal.

bcbogor.beacukai.go.id – Depok – Bea Cukai Bogor bersama Pemerintah Kota Depok melalui Satuan Polisi Pamong Praja laksanakan Sosialisasi dan Training Of Trainer “Identifikasi Pita Cukai dan Barang Kena Cukai Ilegal” pada Rabu (29/06) bertempat di Zamzam Hall Convention Center , Kota Depok.

Sosialisasi kali ini merupakan sosialisasi perdana pada tahun 2022 di Kota Depok. Dalam sambutannya ketika membuka acara ini, Sekertaris Daerah Kota Depok, Drs. Supian Suri, MM. menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan para peserta khususnya para petugas Satpol PP Kota Depok, terkait pita cukai dan barang kena cukai ilegal serta bagaimana langkah penegakan hukumnya agar pemberantasan barang kena cukai ilegal di kota Depok dapat lebih optimal.

Kasatpol PP Kota Depok, N. Lienda Ratnanurdianny SH.,M.Hum berharap para anggotanya semakin paham dalam mengidentifikasi barang kena cukai ilegal terutama dalam penerapannya di lapangan sehingga dapat optimal dalam pemberantasan barang kena cukai ilegal di kota Depok. Dalam kesempatan ini pula, Lienda menyatakan dukungannya siap sinergi bersama  Bea Cukai Bogor dalam memberantas peredaran barang kena cukai ilegal.

Materi sosialisasi disampaikan oleh tiga narasumber yang berasal dari Bea Cukai Bogor yang terbagi dalam tiga sesi. Sesi pertama disampaikan oleh Nurbaeti Hijriyanti (Pemeriksa Bea dan Cukai Pertama) pemaparan materi terkait Penilaian Pelaksanaan Kegiatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Bidang Hukum dan Identifikasi Rokok Ilegal. Kemudian sesi kedua disampaikan oleh Andi Wahyudi (Pemeriksa Bea dan Cukai Pertama) dengan bahasan materi Pengumpulan Informasi Barang Kena Cukai Ilegal. Sesi Ketiga disampaikan oleh Dona Febriyanti (Pemeriksa Bea dan Cukai Pertama) yang memberikan materi terkait Pita Cukai dan Cara Identifikasi Pita Cukai.

 

Acara sosialisasi diikuti oleh para peserta dengan semangat, hal ini terlihat dari antusiasnya peserta dalam menjawab kuis-kuis yang diberikan oleh narasumber untuk menguji pemahaman peserta. Begitu pula saat diskusi tanya jawab berlangsung, banyak peserta yang mengajukan pertanyaan terkait materi yang disampaikan. Diharapkan dengan dilaksanakannya sosialisasi ini dapat meningkatkan pemahaman peserta terkait rokok yang legal dan ilegal sehingga dapat menurunkan tingkat peredaran rokok ilegal di masyarakat khususnya di Kota Depok.

Share this article.