Bea Cukai Bandung Melaksanakan Studi Banding terkait Kawasan Berikat Mandiri Ke KB Mandiri PT Toa Galva Industries



22/08/2019-Bea Cukai Bandung yang diwakili oleh Pak Arry Hafidz (Kasi PKC IV), Pak Taufiq Ismail (Kasi PKC IX), Pak Toto Boedhi Artono (Kasi PKC III), dan Pak Dian Herdiana (Kasubsi Pengolahan Data) beserta empat perusahaan calon KB Mandiri yaitu PT Dirgantara Indonesia, PT Indorama Synthetics, PT Indoneptune, dan PT Polyfin Canggih melaksanakan kegiatan Studi banding ke Kantor Bea Cukai Bogor terkait fasilitas Kawasan Berikat Mandiri (KBM).

Sebelum melaksanakan factory tour ke PT TOA Galva Industries yang berlokasi di Depok, Pak Habibi selaku Kasubsi Pengolahan Data memaparkan teknis operasional modul TPB KBM di ruang rapat Lt.2 KPPBC TMP A Bogor.

Sesampainya di PT TOA Galva Industries, peserta studi banding disambut oleh Manager Operasional Exim, Hadi Prayitno. Beliau menyampaikan rasa terimakasih atas pilihan kepada PT TOA Galva Industries sebagai tempat melakukan studi atas fasilitas Kawasan Berikat Mandiri.

Selanjutnya Kepala Seksi PLI Haryo Sendiko memaparkan keuntungan, kewajiban Kawasan Berikat Mandiri, proses penetapan perusahaan KBM. Beliau juga mentestimoni aplikasi TKKB Tingkat Kesehatan Kawasan Berikat yang merupakan tools bagi Bea Cukai Bogor yg bisa dijadikan referensi bagi penunjukan perusahaan menjadi KBM secara official. Kemudian dilanjutkan sambutan Bea Cukai Bandung dan factory tour.

“Kami berterimakasih sekali kepada Bea Cukai Bogor dan PT TOA atas studi banding ini, setidaknya ada gambaran perihal KBM dan kami juga membentuk WAG dan FGD. Sambil berjalan kami juga akan melakukan TKKB. Kami membuat target pada tanggal 19 September 2019, empat perusahaan ini bisa masuk dalam sesi penyerahan SKEP KBM oleh Direktur Jendral Bea dan Cukai.” Ucap Pak Arry Hafidz selaku Kepala Seksi PKC IV Bea Cukai Bandung.

 

Share this article.

Leave a Reply

Close Menu