Lawatan Kerja & Networking Visite Atase Kastam Malaysia ke Bea dan Cukai Bogor

bcbogor.beacukai.go.id – Bogor – Sebagai bagian dari implementasi Kerjasama bilateral antara Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dengan Administrasi Pabean negara lain dalam hal ini, Jabatan Kastam Diraja Malaysia serta dengan Kedutaan Besar Malaysia, Jakarta, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Bogor menerima kunjungan dari Atase Kastam Diraja Malaysia, Ahmad bin Thalib pada (12/09). Dalam pertemuan ini, kedua pimpinan membahas upaya peningkatan kerja sama ekonomi.

Kegiatan lawatan kerja ini diawali dengan sambutan yang disampaikan oleh Plt Kepala Kantor Bea dan Cukai Bogor, Bapak Ade. Dalam sambutannya beliau menjelaskan tentang visi dan misi Bea dan Cukai Bogor dan juga tusi dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai “Bea dan Cukai Bogor merupakan unit kerja dibawah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang masih merupakan bagian dari Kementerian Keuangan RI, dengan fungsi utama yaitu sebagai Revenue Collectorr, Community Protector, Trade Facilitator, dan Industrial Assistance. Kami melayani 263 pengguna jasa dengan meliputi 128 KB, 6 GB, 104 Reksan Cukai, 2 PLB, 19 KITE, dan 4 KITE IKM.” Jelas, Ade.

Setelah penyampaian paparan mengenai Bea dan Cukai Bogor, agenda dilanjutkan dengan sambutan yang disampaikan oleh Atase Kastam Diraja Malaysia, Ahmad Bin Thalib atau akrab disapa Cik Ahmad, dalam sambutannya beliau menyampaikan rasa terima kasih kepada Bea dan Cukai Bogor karena telah berkenan untuk dikunjungi, beliau juga menyampaikan maksud kunjungannya “Pada kesempatan ini saya hendak mengucap terima kasih kepada Bea dan Cukai Bogor karena telah menerima kunjungan saya, maksud kehadiran saya adalah untuk melakukan diskusi terkait masalah dan kendala yang dihadapi Kastam Diraja Malaysia dan adopt solution dari Bea Cukai Indonesia, mudah mudahan kehadiran saya nanti dapat membawa kembali report untuk melebarkan pasar dan peluang bisnis perekonomian perusahaan Malaysia di Indonesia agar dapat develop bersama.” Ungkap, Cik Ahmad.

Sambutan dan pemaparan yang telah disampaikan oleh masing masing membawa kepada agenda diskusi yang interaktif. Antusiasme dan ketertarikan Cik Ahmad terhadap Bea dan Cukai Bogor nampak dari beberapa pertanyaan yang disampaikan saat sesi diskusi berlangsung. Plt Kepala Kantor Bea dan Cukai Bogor, Bapak Ade juga menjelaskan mengenai cara monitoring perusahaan oleh DJBC yang kemudian disesuaikan oleh masing masing satuan kerja sesuai dengan karakteristik wilayahnya, misal pada Bea dan Cukai Bogor yang meliputi dengan penempatan pegawai di hanggar perusahaan, pemasangan CCTV di setiap perusahaan, dan IT Inventory yang wajib disediakan oleh perusahaan.

Tak hanya ketertarikan kepada Kepabeanan, Cik Ahmad juga tertarik dengan barang barang yang dikenakan Cukai di Indonesia, pada kesempatan ini Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi, Bapak Wahyu menjelaskan tentang barang barang yang memiliki karakteristik tertentu sehingga dikenakan cukai juga sekaligus menjelaskan cara mengidentifikasi Rokok Ilegal “Barang Kena Cukai atau kita sebut BKC dikategorikan menjadi 3 yang meliputi Etil Alkohol (EA), Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) dan Hasil Tembakau (HT).” terang Wahyu. Setelah sesi diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan office tour dan kemudian Cik Ahmad meneruskan perjalanan untuk mengunjungi PT Xacti Indonesia, perusahaan manufaktur yang menghasilkan produk seperti kamera digital, kamera pengintai, peralatan listrik dan elektronik dibawah wilayah pengawasan dan pelayanan Bea dan Cukai Bogor.

Share this article.

Leave a Reply