25 agustus lalu adalah hari inspirasi untuk 1.600 anak di 9 Sekolah Dasar (SD) Kepulauan Seribu. Kegiatan ini dipraksarsai oleh Komunitas Inspirasi Jelajah Pulau (KIJP) dimana KIJP adalah turunan dari Indonesia Mengajar yang merupakan gerakan sosial dimana para profesional (baca: pekerja) merelakan untuk cuti 2 hari dari pekerjaannya dan menceritakan profesinya kepada anak-anak sekolah dasar. Tujuannya adalah menginspirasi mereka bahwa ada banyak cita-cita yang dapat mereka raih bila mereka sudah besar nanti. Sederhana ya? Tapiii….saya sempat mati gaya di depan anak kelas 3 SD… ini cerita saya.

Berawal dari keikutsertaan saya pada KIJP pertama yang diadakan tanggal 7 April 2014 lalu. Saya beserta 40 relawan baik relawan pengajar, relawan photographer dan relawan videographer melakukan uji coba atau simulasi kegiatan KI jelajah pulau di P. Tidung dan P. Payung. Ada 4 SD saat itu. Saya mengajar tentang kepabeanan dan cukai di SD 02 Pulau Tidung.

Komunitas Inspirasi Jelajah Pulau
Komunitas Inspirasi Jelajah Pulau

Ternyata saya kecanduan kegiatan posistif tersebut. Pada kegiatan KIJP ke 2, saya kembali mendaftarkan diri untuk menjadi relawan pengajar. Kegiatan kali ini dilakukan di 9 SD yang tersebar di 6 pulau pada Kepulauan Seribu yaitu P. Lancang, P. Pari, P. Tidung, P. Payung, P. Kelapa, dan P. Harapan. Saya bersama 70 orang relawan pengajar, 11 orang relawan photographer, dan 8 orang relawan videographer bersedia meluangkan waktu untuk menginspirasi bersama ribuan anak sekolah dasar.

Pada saat briefing seminggu sebelum keberangkatan, saya baru mengetahui bahwa saya masuk di kelompok 1 – Pulau Kelapa yaitu kelompok yang akan mengajar di SDN 01 P.Kelapa. Ada 2 SD negeri di P. Kelapa yaitu SDN 01 dan SDN 02.

Hari yang ditentukan pun tiba, kami berkumpul di pelabuhan muara angke untuk mulai menjelajah pulau untuk menginspirasi. Karena P. Kelapa dan P. Harapan disatukan dengan sebuah jembatan aspal, maka kelompok kami bergabung satu kapal dengan relawan P. Harapan. Semua kebutuhan kami seperti penginapan, sepeda – di seluruh Kep. Seribu, kendaraan yang dipakai adalah sepeda dan sepeda motor, jadwal kapal dan lain-lain telah disediakan oleh seorang fasilitator. Beruntung sekali kami memiliki seorang fasilitator merangkap photographer yang handal dan sigap dalam pelaksanaan KIJP #2.

Sesampainya kami di penginapan, disambut dengan makan siang yang merupakan makanan khas kepulauan yaitu ikan bandeng pesmol. Setelah makan siang diadakan acara ice breaking antar relawan yang bertujuan untuk saling mengenal satu sama lainnya. kemudian kami kembali ke kelompok masing-masing untuk melakukan orientasi medan ke sekolah. Sayang sekali siang itu SDN 01 tidak ada yang piket, kami tidak sempat bertemu dengan bapak kepala sekolah. Kegiatan selanjutnya kami awali dengan melakukan penjadwalan mengajar dan beberapa persiapan lain untuk hari inspirasi besok.

Hari inspirasi pun tiba. Jam 6.30 saya dan 12 relawan lain sudah siap untuk melakukan upacara bendera bersama anak-anak SDN 01. Kepala sekolah dan para guru sangat antusias menyambut kami.

KIJP

Saya meminta anak-anak kelas 6 untuk menebak profesi saya melalui seragam yang saya pakai walau saya paham betul mereka tidak ada yang tahu tentang bea cukai. Mereka menjawab: “Seragam polisi, Bu..” “Satpam!”, “Seragam bu guru!”, “ABRI, Bu”. Saya tanyakan pula tugas polisi dan satpam dijawab bahwa tugas polisi dan satpam adalah untuk menjaga keamanan. Saya katakan bahwa salah satu tugas bea dan cukai adalah mengawasai lalu lintas barang yang masuk dan keluar dari dan ke dalam negara kita.

Komunitas Inspirasi Jelajah Pulau
Komunitas Inspirasi Jelajah Pulau

Untuk mempermudah menjelaskan profesi saya sebagai pegawai Ditjen Bea dan Cukai dalam mengajar, saya memakai beberapa alat peraga berupa gambar seperti gambar senjata api, boneka barbie, panda, Onta, narkoba, handphone dan lain-lain. Saya juga menyediakan kartu merah dan hijau yang saya bagikan kepada anak-anak di kelas. Saya memberikan gambar dan meminta mereka untuk mengangkat kartu merah untuk menyatakan bahwa barang dalam gambar itu TIDAK BOLEH masuk ke negara kita atau kartu hijau untuk menyatakan bahwa barang itu BOLEH masuk ke negara kita.

2

Ada kejadian yang sangat lucu saat saya memberikan gambar onta dan bertanya apakah onta boleh masuk ke negara kita. Beberapa anak mengangkat kartu hijau namun ada juga yang mengacungkan kartu merah. Saat saya tanya mengapa onta tidak boleh masuk ke negara kita, mereka menjawab dengan: “Karena onta besar, Bu” ”Tidak muat di pesawat.” “Karena onta tinggal di padang pasir, Bu..tidak ada padang pasir di negara kita..”, “Karena onta makannya kurma, Bu…” lalu saya jelaskan kepada mereka bahwa onta boleh masuk ke negara kita asalkan mendapat ijin dari Karantina dan instansi terkait lainnya.

Di kelas 3, ada anak yang super jagoan. Saat saya masuk kelas, dia menendang meja dan kursi sehingga saya tidak dapat meletakkan tas saya. Saya dekati dan meminta dia untuk menjadi asisten saya di kelas. Namanya Ri. Dengan wajah kehitaman khas anak kepulauan, susah diatur dan tidak bisa diam, saya meminta Ri untuk mengajak teman-temannya duduk rapi karena saya punya beberapa permainan. Dia setuju. Lalu saya memintanya untuk merapikan meja dan kursi karena saya akan meletakkan tas saya diatas meja. Dengan sigap Ri membereskan meja dan kursi yang tadi dia tendang.

4

Diakhir kelas kami meminta anak-anak SDN 02 P. Kelapa itu untuk menuliskan cita-cita mereka pada stiker apel untuk di tempel di pohon cita-cita. Selain itu mereka juga membuat cap jari tangan yang distempel pada kain putih yang telah dibentangkan dengan harapan semoga kelak mereka tumbuh dan berkembang dengan cita-cita yang terbentang dan menjadi generasi penerus yang lebih baik…

3

Ri membantu saya menempelkan stiker apel yang telah ditulis nama dan cita-cita teman-teman sekelasnya di pohon cita-cita. Pada akhir pertemuan, diam-diam Ri menggandeng tangan saya dan berbisik, “Ibu..Ibu… Ibu punya nomor telpon?”
“untuk apa, Ri?” tanya saya dengan mata penuh tanda tanya.
Malu-malu dia bilang: “untuk sms ibu.”
Saya tertawa dan mengelus kepalanya. ”Boleh, Ri… terimakasih untuk membantu ibu di kelas tadi ya.. sampai ketemu lagi, Ri…” saya berikan nomor telepon saya dan Ri berlari keluar gerbang sekolah bersama teman-temannya..
Dan lagu KIJP pun saya senandungkan pelan-pelan diatas sepeda yang mengantar saya ke penginapan sebelum saya pulang….
Salam matahari
Terangkum di bumi
Bersama awan
Buncahkan senyuman

Mengarungi senja
Dan deburan ombak
Tak kenal ragu
Singsing lengan baju

Dari timur barat selatan ke utara
Kami kan jelajahi dunia
Dengan hati jiwa raga
Sebarkan asa inspirasi
Mencapai agungnya mimpi

#
Senangku di pagi hari
Riangku di siang hari
Tenangku di sore hari
Kenangku di malam hari

Salam Matahari, Kawan !!!

1 COMMENT

Leave a Reply