Gandeng Aparat Pemerintah, Bea Cukai Bogor Laksanakan Sosialisasi Guna Kenalkan Cara Identifikasi Barang Kena Cukai Ilegal

bcbogor.beacukai.go.id – Bogor – Untuk memperkuat pengetahuan tentang cukai, Bea Cukai Bogor melalui unit Penyuluhan dan Layanan Informasi (PLI) bersama Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perdangangan dan Perindustrian melaksanakan Sosialisasi Ketentuan Cukai bagi Aparatur Pemerintahan Kecamatan dan Kelurahan di Wilayah Kota Bogor pada Rabu (14/09) di salah satu Ruang Aula Bogor Trade Mall (BTM).

Sosialisasi ini diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian dibuka dengan Laporan Ketua Panitia terkait Laporan Pelaksanaan Kegiatan oleh Kepala Dinas Koperasi UKM Kota Bogor, Ganjar Gunawan, dilanjutkan dengan sambutan oleh Wakil Walikota Bogor, Dedi A. Rachim.

“DBH CHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau) merupakan penerimaan negara dari sektor cukai hasil tembakau yang dibagihasilkan kepada pemerintah daerah, dengan komposisi sesuai yang ditetapkan dalam ketentuan peraturan perundang- undangan yang alokasi penggunaannya untuk bidang penegakan hukum, bidang kesehatan dan bidang kesejahteraan masyarakat. Sebagai pemanfaatan di bidang penegakan hukum salah satunya yaitu dengan pemberantasan rokok ilegal. Maka dari itu sangat penting bagi kita semua mengetahui lebih lanjut terkait peraturan tentang cukai serta turut andil dalam memaksimalkan penerimaan negara yang kemudian juga didistribusikan kepada masyarakat melalui DBH CHT ini.” Ungkap, Wakil Walikota Bogor.

Pemaparan sesi pertama disampaikan oleh Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi, Wahyu Setyono Widyobroto menjelaskan pentingnya cukai bagi penerimaan negara, latar belakang pengenaan Barang Kena Cukai (BKC) terhadap barang-barang dengan karakteristik tertentu, jenis-jenis BKC dan ciri-ciri rokok ilegal.

“Cukai merupakan salah satu jenis pungutan yang berkontribusi cukup signifikan pada penerimaan negara, selain itu berfungsi sebagai pengendali konsumsi barang tertentu utamanya terhadap produk/barang yang mempunyai sifat dan karakteristik membahayakan kesehatan, lingkungan, dan keamanan masyarakat. Berdasarkan UU Cukai No. 39 Tahun 2007, BKC terdiri dari Etil Alkohol, Minuman Mengandung Etil Alkohol, dan Hasil Tembakau.” jelasnya.

 

Sesi kedua dilanjutkan oleh pemaparan yang disampaikan oleh Pemeriksa Bea dan Cukai Pertama, Nurbaeti Hijriyanti, ia menjelaskan mengenai tema, desain, dan cara mengidentifikasi pita cukai. Selain itu juga terdapat sesi praktek cara identifikasi pita cukai ilegal secara langsung yang disambut antusias oleh para peserta sosialisasi.

“Tema atau desain yang dipilih untuk Pita Cukai Tahun 2022 yaitu Burung Endemik Indonesia, didalam pita cukai juga memiliki informasi penting untuk mengetahui apakah Pita Cukai tersebut Ilegal atau Legal, cara mengidentifikasinya yaitu dapat dengan kasat mata, kaca pembesar, dan menggunakan Sinar UV.” jelasnya.

Sosialisasi berjalan dengan sangat menarik dan aktif karena selain pemaparan materi juga diadakan kuis untuk menguji pemahaman peserta. Dengan adanya sosialisasi ini diharapkan dapat memberikan pemahaman lebih kepada masyarakat terkait cukai dan rokok ilegal serta dapat meningkatkan sinergi bersama Pemerintah Kota Bogor dalam pemberantasan Barang Kena Cukai (BKC) ilegal.

Share this article.

Leave a Reply