Bersama Satpol PP Kota Depok, Bea Cukai Bogor Ajak Warga Limo Perangi Rokok Ilegal

bcbogor.beacukai.go.id – Depok – Satpol PP Depok bersama Bea Cukai Bogor kembali jalin sinergi melalui sosialisasi sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat terkait identifikasi pita cukai dan Barang Kena Cukai Ilegal (BKC). Acara ini dilaksanakan di Aula Kantor Kecamatan Limo yang beralamat di Jalan Raya Limo nomor 44, Depok pada Rabu (16/11).

Kegiatan dibuka oleh Kepala Kecamatan Limo (Camat), Sudadih. Beliau menyampaikan terima kasih kepada Bea Cukai Bogor karena telah bersedia hadir dan kembali bersinergi bersama Satpol PP Kota Depok serta warga yang telah bersedia hadir dalam Kegiatan Sosialisasi Identifikasi Pita Cukai dan Barang Kena Cukai Ilegal Wilayah Kota Depok. “Melalui sosialisasi ini diharapkan kepada semua pegawai pemerintah maupun masyarakat Kota Depok menjadi paham tentang rokok ilegal dan dapat bekerja sama dalam memberantas Barang Kena Cukai Ilegal,” ungkap Sudadih.

Dalam kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh LPM, Ketua RW, Karang Taruna, Tokoh Masyarakat/Tokoh Agama dan unsur lain yang berasal dari Kecamatan Limo. Kegiatan ini terbagi kedalam 4 sesi pemaparan materi, sesi pertama Reni Siti Nuraeni selaku Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Kota Depok menyampaikan peran tim monev dana transfer Kota Depok. Beliau menyampaikan tugas tim monev salah satunya adalah melakukan monitoring dana bagi hasil cukai hasil tembakau serta anggaran yang diperuntukkan di bidang kesehatan, gizi, klb, alkes, dan rawat  serta dalam pelaksanaan nya menggandeng Bea Cukai Bogor.

Sesi kedua, dilanjutkan dengan membahas terkait tugas dan peranan Bea Cukai Bogor. “Kami giat memberikan sosialisasi terkait cukai dan lainnya secara rutin guna mengedukasi masyarakat khususnya di wilayah pengawasan Bea Cukai Bogor, salah satunya Kota Depok ini,” ungkap Herkan Syachrudi, Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan Cukai V.

Lanjut sesi ketiga, Nurbaeti Hijriyanti selaku Pemeriksa Bea dan Cukai Pertama, menjelaskan latar belakang pengenaan Barang Kena Cukai, jenis-jenis BKC Hasil tembakau, ciri-ciri rokok ilegal yang dikategorikan menjadi 5 jenis yaitu rokok polos atau tidak dilekati pita cukai, rokok dengan pita cukai palsu, rokok yang dilekati pita cukai bekas, rokok berpita cukai namun salah personalisasinya serta rokok berpita cukai namun salah peruntukan. “Mengapa dikenakan cukai? Karena hal tersebut sebagai bentuk pengendalian peredaran nya agar tidak disalahgunakan oleh masyarakat,’’ jelas Nurbaeti.

Sesi terakhir ditutup oleh Dona Febriyanti, Pemeriksa Bea dan Cukai Pertama, yang menjelaskan dengan detil mengenai Pita Cukai Tahun Anggaran 2022, “Tema atau desain yang dipilih untuk Pita Cukai Tahun 2022 adalah Burung Endemik Indonesia, dimana di dalam pita cukai memiliki informasi penting untuk mengetahui apakah Pita Cukai tersebut Ilegal atau Legal, dengan 3 cara mengidentifikasi yaitu kasat mata, kaca pembesar, dan menggunakan Sinar UV,” jelas Dona.

Acara berlanjut dengan sangat menarik karena selain pemaparan materi juga diadakannya kuis serta tanya jawab untuk menguji pemahaman masyarakat yang hadir. Para peserta sosialisasi antusias dalam menjawab pertanyaan yang diberikan oleh narasumber.

Tujuan pelaksanaan sosialisasi ini adalah guna memberikan pemahaman kepada masyarakat Kota Depok agar dapat mengidentifikasi BKC ilegal, pita cukai ilegal terutama hasil tembakau. Bea Cukai Bogor berharap agar kelak, masyarakat dapat menjadi garda terdepan untuk menjadi penyambung lidah terkait informasi mengenai peredaran Barang Kena Cukai ilegal kepada mayarakat lainnya. Tak lupa juga mengingatkan masyarakat untuk segera melaporkan kepada Bea Cukai Bogor atau Satpol PP Kota Depok apabila menemukan adanya peredaran BKC ilegal.

Share this article.

Leave a Reply